| |
•
Produk baru Koperasi Anand
Krishna Joglosemar (1 September 2008)
•
Deklarasi Koperasi Anand
Krishna
• Koperasi Anand
Krishna Dibentuk - Bali Post
• Anand Krishna
Bentuk Koperasi - Radar Bali
• KOPERASI SPIRITUAL
KESAMPINGKAN EGO - NusaBali
• Koperasi
Spiritual dibentuk - Bisnis Indonesia
• Ceramah Bapak Anand Krishna di BTDC
Deklarasi Koperasi Anand Krishna
12 Juli 2007

Atas restu dari Guruji Anand Krishna pada
tanggal 12 Juli 2007, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional-60,
bertempat di Anand Krishna Centre Denpasar, malam itu sebuah moment
bersejarah bagi kita semua sedang berlangsung.
Deklarasi Koperasi Anand Krishna
dibacakan dengan suara lantang oleh Bapak Made Edy Suparyasa, Ketua
Koperasi Anand Krishna Bali. Turut mendampingi adalah Bapak Nyoman Sri
Aryana, Ketua Anand Krishna Centre Denpasar, dan Bapak. Wayan Sayoga,
Koordinator NIM Bali, serta disaksikan oleh pejabat koperasi Badung dan
tokoh koperasi Bali.
Acara yang dikemas dengan sederhana penuh
nuansa cinta, kecerian dan kebersamaan melebur setiap jiwa yang hadir dan
dalam suasana itu. Kami dapat merasakan semangat dan bimbingan senantiasa
dari Guruji Anand Krishna. Kehadiran beliau yang selalu mengisi relung
hati kami menghangatkan suasana malam yang dingin, dengan angin bertiup
cukup kencang saat itu.
Bapak Ir. I Nyoman Suryanta, yang
mewakili Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Badung, dalam pidato sambutannya
menekankan beberapa hal yang membuat koperasi tidak dapat berkembang,
salah satunya adalah sifat dari para pengurus koperasi yang mementingkan
diri sendiri. Istilah beliau, “KUD” (ketua untung dulu) harus dihindari.
Beliau menegaskan perlunya program-program tahunan dan rapat yang
transparan bagi para pengurus dan anggota koperasi dalam mengambil
kebijakan-kebijakan demi perkembangan bersama.
|

|
|
Para deklarator (ki-ka): Ketua Anand Krishna Centre Denpasar (Drs. I
Nyoman Sri Aryana),
Koordinator NIM Bali (dr. Wayan Sayoga), dan
Ketua Koperasi Anand Krishna (Made Edy Suparyasa ST)
bersama para
saksi dari Dinas Koperasi Kabupaten Badung (Ir. I Nyoman Suryanta)
dan tokoh koperasi Prof. Dr. I Gusti Ngurah Gorda MS. MM.
|
Bapak Prof. Dr. I Gusti Ngurah Gorda MS.
MM. tokoh pendidik dan mengamat koperasi yang hadir pada malam itu
memberikan apresiasi atas terbentuknya koperasi spiritual pertama di
Indonesia, Koperasi Anand Krishna. “Saya belajar banyak dari Bapak Anand
Krishna, saya dapat merasakan beban berat yang akan dipikul dengan
menyandang nama beliau dalam koperasi ini. Saya mengenal betul karakter
beliau dalam memandang kebhinekaan. Management berpraktek spiritual harus
menjadi titik tolak ke depan”.
Pembangunan di Indonesia yang hanya
dinikmati segelintir orang mengundang rasa prihatin yang mendalam di hati
beliau, ”Saya melihat telah terjadi ketimpangan dan ketidakadilan. Hampir
tidak ada pakaian dan makanan made in Indonesia. Ini adalah sesuatu hal
yang ada di depan kita. Keterpurukan Indonesia disebabkan pengelola
pembangunan dipengaruhi oleh orang-orang yang lebih mementingkan kama,
krodha, lobha (keinginan/nafsu, kemarahan dan keserakahan – ed). Hal ini
adalah tantangan yang sangat berat bagi anda dalam menyandang nama Anand
Krishna. Berdirinya koperasi ini adalah spirit atau semangat karma (kerja).
Betapapun modal anda tinggi, nonsen apabila anda tidak ber karma”.
Harapan besar beliau sampaikan semoga
Koperasi Anand Krishna ini dapat bermanfaat kepada krama Bali, bukan orang
Bali saja tetapi siapa saja yang tinggal di Bali.
Acara ditutup dengan persembahan roleplay,..
Terima Kasih Guruji,....semua ini
terwujud atas berkahMu jua.
Mohon Doa Restu Senantiasa.
|
PIAGAM DEKLARASI
KOPERASI ANAND KRISHNA
Dilandasi rasa prihatin mendalam terhadap situasi
ekonomi Indonesia yang masih belum mandiri, serta masih belum
terwujudnya kesejahteraan rakyat yang merata di negeri ini, maka
karni dari Yayasan Anand Ashram berniat mengembalikan koperasi
sebagai “sokoguru” perekonomian bangsa dengan mendirikan Koperasi
Anand Krishna secara serentak di Provinsi Bali, Daerah Istimewa
Yogyakarta, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.
Koperasi yang didirikan ini didasari oleh
semangat spiritualitas. Karena kami percaya bahwa spiritualitas tak
bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari di negeri ini, bahwa
spiritualitas juga sebaiknya menjadi landasan berbagai kegiatan
sosial, budaya, politik, dan ekonomi - termasuk kegiatan koperasi..
Dan menurut keyakinan kami salah satu bentuk badan usaha ekonomi
yang sangat spiritual adalah koperasi. Karena hanya di dalam
koperasilah bangsa ini bisa belajar untuk sejahtera bersama secara
bergotong-royong, serta belajar mengatasi ego kepemilikan yang
biasanya justru didorong tumbuh pada badan usaha ekonomi selain
koperasi.
Koperasi Anand Krishna berasaskan kekeluargaan.
Asas kekeluargaan dalam koperasi berarti asas yang hendak
mengembalikan manusia sebagai mahluk sosial yang saling terkait dan
membutuhkan satu sama lain dalam upaya mewujudkan kesejahteraan
bersama. Artinya, sebagai pelaku ekonomi kami tak akan saling
mematikan usaha satu sama lain, tetapi akan saling mendukung seperti
dalam satu keluarga yang harmonis. Dan menurut keyakinan kami, asas
kekeluargaan ini harus dikembalikan menjadi landasan utama bagi
setiap koperasi di Indonesia. Koperasi bukanlah suatu badan usaha
yang digunakan untuk memperkaya segilintir pemilik modal, melainkan
wahana gotong royong untuk meraih kesejahteraan bersama bagi seluruh
anggota. Koperasi bukanlah suatu badan usaha untuk mematikan
berbagai usaha kecil dan menengah, melainkan wahana untuk saling
mendukung dan bekerjasaina dalam memajukan perekonomian bangsa.
Barang-barang yang diproduksi dan dijual di
Koperasi Anand Krishna adalah barang-barang pilihan yang dijamin
kualitasnya. Karena kami tak sekedar berekonomi untuk mencari
keuntungan, tapi kami berekonomi dengan kesadaran untuk melayani
sesama. Kami juga mengutamakan memroduksi dan menjual produk-produk
dalam negeri, terutama yang terkait dengan produk makanan. Oleh
sebab itu, Koperasi Anand Krishna telah bertekad tak akan menjual
berbagai buah import, meski harganya murah dan menguntungkan secara
ekonomi, karena Indonesia sendiri kaya akan aneka buah yang jauh
lebih murah dan sehat. Karni juga tak akan menjual “mie instant”,
karena di sarnping tak memiliki gizi, 80% lebih bahan pembuatnya
masih diimport. Prinsipnya, dalam berekonomi Koperasi Anand Krishna
akan melayani anggota atau konsumen dengan sebaik-baiknya
berdasarkan semangat “berdikari secara ekonomi”.
Selain itu Koperasi Anand Krishna akan mendukung
para petani mengembangkan pertanian organik pengganti bahan pangan
pokok seperti beras atau gandum yang selama ini selalu diimport.
Sebab di Indonesia sendiri ada banyak bahan pangan pengganti beras
atau gandum seperti jagung, sagu, ketela, serta berbagai jenis
umbi-umbian. Tetapi, selama ini pengembangan dan sosialiasinya
secara nyata kurang mendapat dukungan dari pemerintah. Oleh karena
itu, Koperasi Anand Krishna berkomitmen mengembangkan serta
menyosialisasikan pertanian organik pengganti beras atau gandum,
sebagai upaya membangun ketahanan pangan dan mengurangi import
produk pertanian yang tidak perlu.
Melalui Koperasi Anand Krishna ini kami bertekad
memajukan koperasi sebagai.salah satu wahana spiritual untuk saling
asuh dan mencintai seperti satu keluarga yang harmonis. Konsep
koperasi yang dilandasi oleh spiritualitas inilah sebenamya yang
digagas oleh Bung Hatta - Bapak Koperasi Indonesia. Berbagai
kelemahan yang kerap terjadi dalam dunia perkoperasian selama ini,
hendaknya tidak membuat kita surut mengembangkan solusi cerdas dan
bijak guna mewujudkan cita-cita Bung Hatta mengangkat koperasi
sebagai sokoguru perekonomian bangsa.
Maka, bertepatan dengan peringatan “Hari Koperasi
Indonesia” pada tanggal 12 Juli 2007, Yayasan Anand Ashram yang
telah berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mendeklarasikan
berdirinya “koperasi spiritual” pertama di Indonesia, yang berbentuk
koperasi serba usaha dan diberi nama “Koperasi Anand Krishna”.
Indonesia Jaya!
|
kembali
ke Berita Utama...
|
|